![]() |
| Pengertian Kurikulum dalam Lingkup Pendidikan |
Pendidikan, kerap sekali dikaitkan dengan yang namanya kurikulum. Kurikulum itu seolah-olah tiada henti-hentinya terdengar ditelinga kita, terlebih bagi pelaksana kegiatan belajar mengajar di pendidikan itu sendiri.
Pernahkah anda mendengar tentang program dalam suatu lembaga pendidikan? Bila pernah, maka yang demikian itulah yang dikatakan isi dari kurikulum. Perlu untuk dicatat, bahwa itu bukanlah maksud dari kurikulum, melainkan itu merupakan bagian isi dari kurikulum itu sendiri. Benarkah demikian? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.
Apa itu Kurikulum
Seperti apa yang dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa kurikulum itu menurut penulis sendiri adalah segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekolah, baik itu program belajarnya, kegiatan mengajarnya, kegiatan bermainnya, waktu ujiannya, dan lain sebagainya. Pernyataan ini sesuai dengan apa yang dikatakan Harold B. Alberty, sebagai berikut:
Menurup Harold B. Alberty memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the student by the school) (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, tt: 2).
Dari penjelasan di atas, dapatlah dipahami bahwa yang dinamakan kurikulum pendidikan itu adalah segala sesuatu yang dibuat secara tersusun baik itu berupa program pengajaran, materi pelajaran, keadaan dan kondisi lingkungan lembaga, dan segala sesuatu yang terkait tentang pendidikan di lembaga tertentu. Adapun pengertian ini dirasa cukup luas. Untuk itu, beberapa ahli juga membatasi pengertian kurikulum itu menjadi beberapa bagian.
Said Hamid Hasan (dalam Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, tt: 2) membaginya menjadi 4 bagian atau dimensi, sebagai berikut:
- Dimensi Kurikulum sebagai ide;
- Dimensi kurikulum sebagai rencana;
- Dimensi kurikulum sebagai realita atau implementasi; dan
- Dimensi kurikulum sebagai hasil.
Pembagian di atas, merupakan sebatas pemberian pengertian saja, sehingga makna kurikulum itu tidak terlalu meluas. Bila terlalu meluas, dikhawatirkan akan kesulitan dalam mengimplementasikannya. Maka, dirasa cukup baik bila dikategorikan berdasarkan dimensi seperti dimensi yang dituliskan di atas. Kendatipun demikian, ke empat dimensi itu tidak dapat berjalan bilamana salah satu dimensinya tidak berjalan. Dikatakan demikian, karena kurikulum itu merupakan satu kesatuan yang utuh yang bisa disebut dengan sebutan sistem. Keseluruhan dimensi di atas, selayaknyalah berjalan dengan baik dan secara bersama-sama.
Daftar Bacaan:
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. TT. Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada).
Tags:
Kurikulum
